Sabtu, 15 Juli 2023

 

C.  Lahirnya Istilah Pancasila

Dalam Perang Asia Timur Raya, posisi Jepang terdesak oleh Sekutu. Jepang berusaha memikat hati Indonesia dengan menjanjikan dan membantu persiapan kemerdekaan Indonesia. janji Perdana Menteri Jepang Kuniaki Koiso untuk memperkenankan kemerdekaan bagi Indonesia. Koiso mengemukakan janji kemerdekaan bagi Indonesia di depan sidang parlemen Jepang Teikoku Ginkai pada 7 September 1944. Dalam pengumumannya, Koiso mengatakan bahwa Kekaisaran Jepang akan memberikan kemerdekaan kepada Hindia Timur (Indonesia), "To Indo no jori dokuritu," atau "Indonesia sanggup merdeka sekarang." Janji kemerdekaan oleh Jepang diikuti dengan diperbolehkannya bendera merah putih dikibarkan, tetapi masih harus berdampingan dengan hinomaru, bendera Jepang. Lalu, memperboleh menyanyikan lagu Indonesia raya dan membahas tentang politik.

Kekalahan Jepang di atas menunjukkan bahwa seluruh garis pertahanan Jepang di Pasifik mulai dapat dikalahkan. Peristiwa tersebut diikuti oleh peletakan jabatan Perdana Menteri Jepang Hideki Tojo, sehingga digantikan oleh Koiso. Janji Koiso terkait kemerdekaan Indonesia diikuti oleh pengumuman pembentukan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (Dokuritsu Junbi Chosakai) yang disingkat BPUPKI. Pengumuman ini disampaikan 1 Maret 1945 oleh pemerintah pendudukan Jepang di Jawa melakui Balatentara XIV, Jenderal Kumakichi Harada. Namun, Jepang sebenarnya memiliki motif lain dalam pembentukan BPUPKI, yaitu menarik simpati rakyat Indonesia, guna mempertahankan sisa kekuatan mereka.

BPUPKI

Pada tanggal 29 April 1945, BPUPKI dibentuk diketuai oleh Dr. Radjiman Wedyodiningrat dan wakilnya bernama Soeroso. Anggota BPUPKI terdiri atas 67 orang. 60 orang anggota aktif merupakan tokoh utama pergerakan nasional Indonesia dari semua daerah dan aliran. Sementara tujuh orang anggota istimewa adalah perwakilan pemerintah pendudukan militer Jepang. Namun, mereka tidak mempunyai hak suara. Para anggota BPUPKI ini disahkan pada tanggal 28 Mei 1945. Kantornya di gedung Chuo Sangi-in yang sekarang menjadi Gedung Pancasila di Kementerian Luar Negeri, di Jakarta. Dalam peresmian itu bendera Indonesia merah putih dan bendera Jepang secara bersama. Wakil Indonesia mengibarkan bendera Jepang, sedangkan wakil Jepang mengibarkan bendera merah putih. Anggota BPUPKI ini memiliki latar belakang yang berbeda mulai dari golongan nasionalis, agamis, sosialis, dan politis. Hal ini dilakukan untuk mencapai representasi yang lebih inklusif dan merangkul berbagai latar belakang ideologi dan keyakinan dalam upaya merumuskan dasar negara Indonesia. Selain itu, hal ini juga agar terhindar dari potensi konflik yang mungkin muncul akibat perbedaan ideologi atau keyakinan. Tugas lembaga ini adalah membuat rencana atau menyiapkan segala hal yang diperlukan untuk menjadikan Indonesia merdeka.

Sidang BPUPKI pertama tanggal 29 Mei 1945, di awali dengan pembahasan dasar negara Indonesia. Penyampaian gagasan disampaikan oleh Mr. Muhammad Yamin, Mr. Soepomo, dan Ir. Soekarno. Rumusan dasar negara dari Soekarno inilah yang mencetuskan konsep Pancasila “Saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa, namanya ialah Pancasila. Sila artinya asas atau dasar, dan di atas kelima dasar inilah kita mendirikan negara Indonesia yang kekal dan abadi,” tegas Soekarno. 

Menurut Soekarno, malam hari sebelum mengusulkan Pancasila itu ia keluar rumah, melihat ke atas langit dan menatapi bintang-bintang yang ada di angkasa. Ia menyatakan kesadarannya bahwa manusia sangatlah kecil. Tidak memiliki kekuatan apapun selain atas pertolongan Tuhan Yang Maha Esa. Lalu Soekarno berdoa memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk diberikan ilham dalam merumuskan dasar negara. Setelah ia selesai memanjatkan doa, ia mendapatkan inspirasi bahwa dasar negara yang sedang dirumuskan secara bersama harus digali dari bumi Indonesia sendiri, dari kebudayaan yang mengakar pada masyarakat Indonesia. Pada tanggal 1 Juni 1945 itu, semua peserta sidang BPUPK sepakat dengan nama Pancasila. Maka tanggal itu kemudian dijadikan sebagai Hari Lahir Pancasila. Mengenai butir-butir isi Pancasila, BPUPK memutuskan untuk dirumuskan kembali

 

 

Sumber:

Kaelan. 2016. Pendidikan Pancasila. Yogyakarta: Paradigma.

Zaim Uchrowi dan Ruslinawati. 2021. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Jakarta : Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

https://www.kompas.com/skola/read/2022/09/15/070000569/bpupki--latar-belakang-dan-anggotanya.

https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5703995/latar-belakang-dibentuknya-bpupki-oleh-jepang.

https://www.gramedia.com/literasi/susunan-organisasi-bpupki/

https://www.kompas.com/stori/image/2022/07/06/110000479/sejarah-bpupki-tujuan-tugas-anggota-dan-hasil-sidangnya?page=1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar