Jumat, 29 September 2023

Penerapan Sila-Sila Pancasila

 Penerapan Sila-Sila Pancasila

A.  Makna Sila-Sila Pancasila dan Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari


Pancasila berasal dari bahasa Sanskerta yaitu panca yang berarti lima dan sila yang berarti dasar. Pancasila berarti lima dasar yang sangat penting bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Susunan dan rumusan sila-sila Pancasila sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yaitu sebagai berikut.

1.    Ketuhanan Yang Maha Esa

2.    Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

3.    Persatuan Indonesia

4.    Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

5.    Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Berikut ini penjabaran setiap makna sila-sila Pancasila.

1.    Ketuhanan yang Maha Esa



a.  Nilai ketuhanan yang terkandung dalam sila pertama Pancasila yakni “Ketuhanan Yang Maha Esa” memiliki makna terkait dengan hubungan individu dengan hal yang dianggapnya memiliki kekuatan yang mulia, suci, agung, dan sakral.

b. Nilai ketuhanan menjadi dasar adanya keyakinan dan keimanan bangsa Indonesia kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dibuktikan dengan Pasal 28E ayat (1) dan Pasal 29 ayat (1) UUD 1945

c. Sila Pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa” juga bermakna bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang saling menghargai perbedaan keyakinan.

d.  Nilai yang terkandung dalam sila pertama ini akan mengantarkan Indonesia menjadi bangsa yang senantiasa menjunjung sikap saling menghormati perbedaan agama dan kepercayaan yang ada demi terwujudnya masyarakat harmonis, nyaman, dan aman

e.    Penerapan sikap sila pertama Pancasila dalam kehidupan sehari-hari

1)   Menghormati teman atau orang lain yang berbeda agama

2)   Menunjukkan sikap toleransi antar umat beragama

3)   Menjunjung kerukunan antar umat beragama

f.     Contoh penerapan sila pertama Pancasila dalam kehidupan sehari-hari

1)   Mengikuti kegiatan sholat berjamaah bagi yang beragama Islam

2)   Berdoa sesuai keyakinan masing-masing sebelum dan setelah pembelajaran

3)   Menghargai dan bersikap toleran terhadap orang lain

 

2.    Kemanusiaan yang Adil dan Beradab



a.   Nilai kemanusiaan terkandung dalam sila kedua Pancasila yakni “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”. Kemanusiaan berasal dari kata manusia yang berarti makhluk yang berakal budi, memiliki potensi pikir, rasa, karsa, keimanan, dan keyakinan. Adil merupakan suatu tindakan dan keputusan yang berdasar pada sesuatu yang tidak memihak dan benar secara moral. Beradab berarti berbudaya, segala bentuk tindakan dan keputusan harus sesuai dengan tata nilai yang berlaku di masyarakat.

b.  Sila kedua Pancasila juga bermakna bahwa negara dan seluruh bangsa Indonesia harus memuliakan martabat sesama manusia yang didasari oleh nilai kemanusiaan sebagai prinsip dalam pergaulan sehari-hari.

c. Nilai kemanusiaan haruslah diutamakan dalam aktivitas keseharian masyarakat Indonesia. Dibuktikan dengan Pasal semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”. Selain itu, nilai kemanusiaan menjamin kita untuk memperlakukan sesama manusia dengan adil tanpa membedakan suku, ras, golongan, dan agama. Dibuktikan dengan Pasal 27 ayat (1) UUD 1945.

d.   Penerapan sikap sila kedua Pancasila dalam kehidupan sehari-hari:

1)   Menganggap bahwa setiap manusia memiliki persamaan kewajiban, hak dan derajat.

2)   Memiliki sikap peka, tolong menolong, dan peduli kepada setiap orang

3)   Bersikap adil kepada semua orang.

e.    Contoh penerapan nilai dan sila kedua Pancasila di kehidupan sehari-hari:

1)   Saling membantu dengan orang lain jika ada kesulitan

2)   Memberikan bantuan sosial (bansos) kepada korban bencana alam

3)   Menghormati dan menghargai guru maupun teman

 

3.    Persatuan Indonesia



a.  Nilai Persatuan terkandung dalam sila ketiga Pancasila yakni “Persatuan Indonesia” yang pada dasarnya menjadi landasan bangsa Indonesia untuk mempersatukan rakyat da lam bingkai keberagaman suku, agama, ras, dan antargolongan.

b.  Sila Persatuan Indonesia menghendaki agar seluruh warga negara Indonesia dapat menjunjung tinggi nilai persatuan di tengah keberagaman yang ada.

c.   Sila Persatuan Indonesia juga mengajarkan bangsa Indonesia untuk mencintai tanah airnya

d.   Penerapan sikap sila ketiga Pancasila dalam kehidupan sehari-hari:

1)   Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.

2)   Mengutamakan kepentingan bersama dibanding individu.

3)   Menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan sekitar.

e.    Contoh penerapan sila ketiga Pancasila dalam kehidupan sehari-hari:

1)   Berpartisipasi dalam kegiatan upacara bendera

2)   Ikut berpartisipasi dalam kegiatan kerja bakti di lingkungan sekitar

3)   Menghargai keragaman budaya yang ada lingkungan sekitar.

 

4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan



a.  Pada hakikatnya sila keempat bermakna bahwa sistem pemerintahan dalam penyelenggaraan negara harus sesuai hakikat rakyat.

b.  Kata hikmat kebijaksanaan diartikan sebagai penggunaan akal sehat dalam melakukan segala sesuatu. Permusyawaratan dimaknai sebagai musyawarah untuk mengambil keputusan dan mencapai mufakat. Perwakilan mengacu kepada sistem yang dianut, yaitu perwakilan rakyat.

c.  Negara Indonesia adalah negara demokrasi yang menganut sistem demokrasi berdasarkan Pancasila. Dibuktikan dengan pasal 1 ayat (2) dan Pasal 28 UUD 1945.

d.   Penerapan sikap sila keempat Pancasila dalam kehidupan sehari-hari:

1)  Mengedepankan musyawarah, diskusi, atau bertukar pendapat untuk mencapai mufakat atau kesepakatan dalam menyelesaikan masalah.

2)  Tidak memaksakan kehendak atau pendapatnya kepada orang lain.

e.    Contoh penerapan sila keempat Pancasila dalam kehidupan sehari-hari:

1)   Mengikuti kegiatan diskusi atau musyawarah saat rapat kelas ataupun osis.

2)   Aktif dalam menyampaikan pendapat atau suara ketika musyawarah

3)   Melaksanakan keputusan hasil musyawarah

 

5.    Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia



a. Nilai keadilan terkandung dalam sila kelima Pancasila yaitu “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia” yang bermakna bahwa seluruh aspek kehidupan masyarakat harus selalu memperhatikan, mempertimbangkan, dan memperlakukan manusia berdasarkan hak dan kewajiban yang dimilikinya sebagai warga negara Indonesia.

b. Pada dasarnya sila kelima Pancasila bertujuan untuk terciptanya kesejahteraan yang adil dan makmur dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara

c.    Penerapan sikap sila kelima Pancasila dalam kehidupan sehari-hari:

1)   Bersikap adil terhadap semua orang

2)   Memberikan bantuan jika ada orang yang kesusahan

d.   Contoh penerapan sila kelima Pancasila dalam kehidupan sehari-hari

1)   Melaksanakan kewajiban dan mendapatkan hak sebagai siswa

         2)  Bersikap adil terhadap teman tanpa membeda-bedakan


Sumber Referensi:

Kaelan. 2016. Pendidikan Pancasila. Yogyakarta: Paradigma.

Suryatna Yayat, dkk. 2023. Pendidikan Pancasila untuk SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi 

https://www.gramedia.com/literasi/pengamalan-nilai-nilai-pancasila/ 

https://id.m.wikipedia.org/ 

Senin, 07 Agustus 2023

Mengenal Perwujudan Nilai-Nilai Pancasila Dalam Berbagai Kehidupan


Sumber: Artikel Tirto: Mengenal Perwujudan Nilai-Nilai Pancasila Dalam Berbagai Kehidupan

A. Bidang Politik dan Hukum

Perwujudan nilai-nilai Pancasila dalam bidang politik serta hukum ada pada lembaga-lembaga negara yang menjadi kepanjangan tangan pemerintah. Dalam hal hak asasi manusia, demokrasi dan penerapan hukum di Indonesia, Pancasila adalah standar yang harus jadi patokan dalam melaksanakannya. Semua demi terwujudnya masyarakat Indonesia yang adil dan beradab serta tidak berat sebelah dalam menerapkan aturan-aturan hukum yang ada di UU.

 

B. Bidang Ekonomi

Untuk menjalankan perekonomian negara, sistem yang digunakan diambil dari nilai-nilai Pancasila. Landasan operasional diambil dari UUD 1945 pasal 33, yang menyebutkan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar asas kekeluargaan. Selain itu, cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Bahkan bumi dan air serta kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

 

C.  Bidang Sosial Budaya

Perubahan dalam sistem nilai dan budaya pasti terus terjadi di sebuah negara. Namun agar dapat terarah pada terwujudnya masyarakat yang Pancasilais, perubahan itu harus dikembangkan sesuai dengan nilai-nilai yang ada pada Pancasila. Jadi walau sudah maju dan modern, tetapi nilai-nilai kesopanan, musyawarah, gotong royong dan nilai luhur lainnya masih terus dipegang oleh warga negara Indonesia. Sehingga derasnya budaya barat atau westernisasi tidak membuat orang Indonesia lupa pada Pancasila.

 

D.  Bidang Pertahanan dan Keamanan

Bidang Pertahanan dan Keamanan Pasal 27 ayat 3 UUD 1945 menegaskan bahwa pembelaan negara merupakan hak dan kewajiban setiap warga negara. Senada, Pasal 30 ayat (1) UUD 1945 juga menyebutkan bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. Dalam upaya bela negara serta usaha pertahanan dan keamanan negara, seluruh rakyat punya hak yang sama, tidak dibedakan miskin kaya, pejabat atau bukan. Misalnya, saat menjaga keamanan bersama dengan ronda serta siskamling, semua warga sebaiknya ikut partisipasi. Lembaga adat ada pula yang turut andil seperti Pecalang di Bali. Pecalang merupakan warga dari adat yang bertugas mengamankan lingkungan masyarakat Bali. 

Sumber: https://tirto.id/mengenal-perwujudan-nilai-nilai-pancasila-dalam-berbagai-kehidupan-ghUC 

Rabu, 02 Agustus 2023

 

Dinamika Nilai-Nilai Pancasila Sesuai dengan Perkembangan Zaman

Diterimanya Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa membawa konsekuensi logis bahwa nilai-nilai Pancasila dijadikan landasan pokok, landasan fundamental bagi penyelenggaraan negara Indonesia. Nilai-nilai dasar Pancasila dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Nilai-nilai tersebut tetap dapat diterapkan dalam berbagai kehidupan bangsa dari masa ke masa. Hal tersebut dikarenakan Pancasila merupakan ideologi yang bersifat terbuka. Tahukah kalian, apa itu ideologi terbuka? Bagaimana keterbukaan nilai-nilai Pancasila?

                                                     

Gambar 1. Garuda Pancasila

1.    Hakikat Ideologi Terbuka

Istilah ideologi dibangun dari dua kata, yaitu idea yang berarti gagasan, konsep, pengertian dasar, dan cita-cita serta kata logos yang berarti ilmu. Kata idea berasal dari kosakata bahasa Yunani yaitu eidos, yang berarti bentuk. Di samping itu, ada pula kata idein, yang artinya melihat. Dengan demikian, secara harfiah, ideologi berarti ilmu tentang pengertian-pengertian dasar. Sebagai ideologi negara,

Pancasila merupakan gagasan-gagasan atau ide-ide yang dijadikan sebagai pedoman atau arah dalam mencapai cita-cita bangsa.Setiap bangsa memiliki ideologi yang berbeda sesuai dengan nilai-nilai yang ada dalam kehidupan bangsa. Maka dari itu, Pancasila sebagai ideologi negara merupakan ciri khas atau identitas bangsa Indonesia yang perlu dipertahankan dan terus dijadikan sebagai pedoman dalam menentukan arah dan tujuan yang diwujudkan dalam sikap dan perilaku bangsa Indonesia. Jika Pancasila tidak diwujudkan atau diamalkan dalam kehidupan sehari-hari oleh bangsa Indonesia, maka bangsa Indonesia akan kehilangan jati dirinya.

Ciri khas ideologi terbuka adalah nilai-nilai dan cita-citanya tidak dipaksakan dari luar, melainkan digali dan diambil dari kekayaan rohani, moral, dan budaya masyarakat itu sendiri. Dasarnya dari konsensus masyarakat, tidak diciptakan oleh negara, melainkan ditemukan dalam masyarakat sendiri. Ideologi terbuka mempunyai banyak sekali keunggulan dibandingkan dengan ideologi tertutup.

2.    Kedudukan Pancasila sebagai Ideologi Terbuka

Pancasila berakar pada pandangan hidup bangsa dan falsafah bangsa sehingga memenuhi prasyarat menjadi ideologi yang terbuka. Keterbukaan Pancasila, mengandung pengertian bahwa Pancasila senantiasa mampu berinteraksi secara dinamis. Keterbukaan ideologi Pancasila harus selalu memperhatikan:

a.    stabilitas nasional yang dinamis;

b.    larangan untuk memasukan pemikiran-pemikiran yang mengandung nilai-nilai ideologi marxisme, leninisme dan komunisme;

c.    mencegah berkembangnya paham liberal;

d.   larangan terhadap pandangan ekstrim yang menggelisahkan kehidupan masyarakat;

e.    penciptaan norma yang harus melalui kesepakatan

3.    Keterbukaan ideologi Pancasila mengandung nilai-nilai sebagai berikut.

a.    Nilai dasar, yaitu hakikat kelima sila Pancasila

b.    Nilai instrumental, ini sebagai penjabaran dari nilai-nilai dasar ideologi Pancasila berupa peraturan perundangan dan lembaga pelaksanaannya. Misalnya; UUD, ketetapan MPR, UU, serta peraturan perundang-undangan lainnya.

c.    Nilai praksis, merupakan realisasi dari nilai-nilai instrumental berupa suatu pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

4.    Dimensi Pancasila sebagai Ideologi Terbuka

a.    Dimensi idealisme

Dimensi ini menekankan bahwa nilai-nilai dasar yang terkandung dalam Pancasila yang bersifat sistematis, rasional, dan menyeluruh.

b.    Dimensi normatif

Dimensi ini mengandung makna bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, perlu dijabarkan dalam suatu sistem norma.

c.    Dimensi Realitas

Dimensi ini mengandung makna bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, perlu dijabarkan dalam suatu sistem norma.


Sumber:

Kaelan. 2016. Pendidikan Pancasila. Yogyakarta: Paradigma.

Zaim Uchrowi dan Ruslinawati. 2021. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Jakarta : Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi